Ritual Adat Dumia Umbanua Desa Laikit; Pesan Leluhur : Persatuan, Gotong Royong dan Persaudaraan.

Nyiurtimes.net | Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara
Ritual Adat Dumai Umbanua Desa Laikit adalah ritual adat Tahunan yang rutin di laksanakan sejak dahulu kala di desa Laikit dan Desa Dimembe, yang bertujuan untuk meminta restu dari Para Leluhur.

Rangkaian acara adat ini di mulai dari kediaman Hukum Tua (Patunduan) desa Laikit Johana Ngangi, S.Pd 29/01/2020

Kegiatan ini di buka dengan Doa oleh Emeritus Pdt. Alex Koloay kemudian di lanjutkan dengan Penyembelihan se-ekor Babi yang akan di ambil hatinya untuk melihat Pesan dari Para leluhur yang di pimpin langsung oleh Tetua Adat (Tonaas) Sam Wantania.

Warga masyarakat desa Laikit di beri pesan oleh para leluhur untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan saling gotong royong dalam menjalani kehidupan sepanjang Tahun ini, sambil mengingatkan bahwa pentingnya bersyukur dan mengutamakan peribadatan dalam persekutuan beribadah.

Setelah ritual membaca hati kegiatan di lanjutkan dengan bersiarah ke Makam para Leluhur yang ada di Desa Laikit (Waruga Opo Ngangi) di lanjutkan dengan berjalan di ke perbatasan Desa dan melaksanakan Ritual Pembersih Kampung di setiap Lorong sampai melaksanakan pencucian tugu tempat Pertemuan para leluhur (Pasela) yang terletak di desa Dimembe.

Acara ritual Dumia Umbanua ini di Tutup di rumah Hukum Tua Desa Laikit dengan makan bersama seluruh tetua adat dan masyarakat yang hadir, dalam kegian kali ini juga Turut hadir Anggota dewan Provinsi Sulawei Utara Melky Jakhin Pangemanan Sip, MAP, M.Si, Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara Polce Sundalangi, SE, Camat Kecamatan Dimembe Ansye Dengan, S.Sos dan Tetua Adat dan Toko Masyarakat.

“Ritual Adat Ini Rutin di Laksanakan di Desa Laikit dengan tujuan meminta restu dari Para Leluhur untuk Masyarakat dan Peminpin Desa sepanjang tahun ini, boleh di berkati dalam pekerjaan, di berikan keamanan dan terhindar dari malapetaka”. ujar Hukum Tua Desa Laikit Johana Ngangi, S.Pd Saat di wawancarai.

“Dalam Ritual kali ini juga seperti yang di katakan para leluhur lewat Tetua desa (Tonaas) bahwa ritual kita di Restui, di bukakan jalan dalam semua aspek kehidupan kita, baik dalam pekerjaan, Pemerintahan, serta Keamanan di desa”. tambahnya

“Saya juga selaku Hukum Tua Desa Laikit mengharapkan agar kegiatan Ritual Dumia Umbanua desa Laikit ini boleh di lestarikan baik oleh para pelaku ada dan budaya di desa, Pemerintah Desa Serta boleh mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah, dalam upayanya untuk tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal yang ada di desa Laikit”. Tutupnya

Tian